Beberapa Insiden Memalukan Di Ajang Liga 2

Dua Insiden Memalukan yang Terjadi Dalam Waktu Kurang Satu Minggu di Liga 2  - Tribunnews.com Mobile

 

Kompetisi Liga 2 merupakan salah satu ajang kompetisi sepakbola terbesar di Indonesia. Liga 2 sendiri merupakan perubahan nama dari ajang Divisi Utama Liga Indonesia yang sudah berlangsung di Indonesia sejak tahun 1994 dan mulai berubah nama menjadi Liga 2 sejak tahun 2017.

Selama perjalanan kompetisi ini sudah berlangsung tentunya sudah banyak sekali momen yang terjadi salah satu momen yang cukup memorable selama kompetisi Liga 2 ini yaitu momen memalukannya. Bahkan beberapa momen memalukan ini menjadi highlight berita sepakbola nasional terbaru dan patut untuk dibahas.

Dikarenakan ajang Liga 2 ini merupakan ajang yang harus diikuti klub-klub bola di Indonesia agar bisa memasuki klasemen atas dan mengikuti Liga 1. Maka tidak heran banyak klub-klub bola yang melalukan hal-hal konyol dan berakhir memalukan seperti pada kejadian-kejadian berikut ini.

  • Pertandingan antara PSS Sleman vs PSIS Semarang

Hal yang memalukan yang terjadi selama pertandingan antara tim PSS melawan PSIS ini yaitu semua gol yang terjadi sepanjang laga tanding merupakan gol bunuh diri. Ternyata setelah diusut gol bunuh diri tersebut dilakukan karena kedua tim engga harus berhadapan dengan tim Borneo FC di semifinal jika memenangkan pertandingan tersebut.

Insiden gol bunuh diri ini tidak hanya menghebohkan berita sepakbola nasional tetapi juga berita sepakbola internasional. Akhirnya Para pelalith dari kedua tim tersebut pun dilarang untuk beraktivitas di sepakbola nasioanl seumur hidup dan juga dikenai denda sebesar 200 juta, begitu juga dengan pemain yang melakukan gol bunuh diri tersebut.

  • Wasit yang dikeroyok pemain Official

Hal memalukan selanjutnya yang terjadi pada ajang Liga 2 terjadi ada pertandingan antara Persikabo Kabupaten Bogor melawan Persikad Depok dimana wasitnya dikeroyok hingga babak belur oleh para pemain dan juga tim official dari Persikabo. Pada saat itu wasit yang bertugas yaitu wasit Jujuk Suharto dan asistennya wasit Sumanda.

Pengeroyokan tersebut terjadi karena wasit menganulir goal yang dicetak oleh tim Persikabo. Hal ini membuat emosi para pemain tersulut dan mengeroyok wasit karena tidak terima dengan keputusan tersebut. Akhirnya tim Persikabo ini di diskualifikasi dari ajang Liga 2.

  • Pemain yang digotong paksa keluar dari lapang

Hal memalukan lainnya yang terjadi di ajang Liga 2 yaitu saat berlangsungnya pertandingan antara tim Kalteng Putra melawan Persiba Balikpapan. Keduan tim ini terliat cekcok selama pertandingan karena pemain Kalteng Putra dianggap mengulur-ulur waktu pertandingan.

Keributan bermula saat pemain Persiba Balikapapn yakni Beni Oktovianto sengaja diam dan tergeketak di tengah lapang dan menghambat jalannya pertandingan. Akhirnya para pemain Kalteng Putra pun dengan paksa menggotong Beni dan mengeluarkannya dari tengah lapangan.

  • Saling adu jotos antar pemain

Hal memalukan selanjutnya saat ajang Liga 2 berlangsung yakni keributan antara dua pemain saat pertandingan antara Persewangi Bayuwangi melawas PSK Blitar. Keributan tersebut bahkan sampai membuat pemain dari kedua tim saling melayangkan pukulan ke wajah masing-masing lawan.

Memang sejak awal pertandingan antara Persewangi banyuwangi melawan PSK Blitar ini ketegangan sudah banyak terjadi. Dimulai dari tim Persiwangi yang tidak mau bersalaman dengan tim lawan sebelum babak kick-off.

Itulah berita sepakbola nasional terbaru tentang beberapa kejadian memalukan yang menjadi sejarah kelam bagi persepakbolaan Indonesia. Semoga kedepannnya kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi dan semua pemain yang terlibat lebih memiliki jiwa sportivitas yang tinggi.